Madu Hutan Asli Sulawesi

Selamat datang di Blog Kedai Madu Sulawesi..!

Kami menyediakan berbagai jenis madu hutan asli Sulawesi

SELENGKAPNYA

Jenis Madu

Madu Hitam

Madu Hitam

Madu hitam merupakan madu yang memiliki rasa dan tekstur yang berbeda, dihasilkan oleh lebah penghisap dari berbagai jenis bunga tumbuhan.

Selengkapnya
Madu Coklat

Madu Coklat

Madu coklat merupakan madu yang memiliki rasa manis keasaman dan dihasilkan dari sarang yang berumur kurang lebih satu bulan.

Selengkapnya
Madu Putih

Madu Putih

Madu Putih memiliki rasa yang lebih manis berkaramel dan mengandung nektar atau sari bunga yang melimpah.

Selengkapnya

Artikel

Monday, August 19, 2019

Kedai Madu Sulawesi Menjadi Binaan Bank Indonesia

Bersama Pak Johnson Passaribu Perwakilan BI
Alhamdulilah kami banyak merasakan perubahan setelah menjadi mitra dan binaan dari Bank Indonesia. Begitu banyak pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana sih sehingga Kedai Madu Sulawesi bisa dikenal dan menjadi binaan dari BI. Pertanyaan ini pun sulit kami jawab karena memang kami pun tak tahu kenapa BI bisa melirik Kedai Madu Sulawesi.

Namun diawal, sekitar beberapa bulan yang lalu kami mengikuti sebuah pameran di CCC jalan Tanjung Bunga Makassar. Dihari terakhir kami bertemu dengan seseorang namun kami sudah lupa namanya, beliau seorang pengusaha kuliner yang memiliki beberapa cabang di Makassar. Setelah lama sharing tentang madu akhirnya beliau membeli beberapa botol yang katanya akan dipajang di rumah makan yang dimiliki sekaligus menjadi ajang untuk membantu kami promosi.

Singkat cerita, setelah berselang beberapa bulan bertemu. Beliau mengirimkan kami sebuah formulir untuk diisi. dilengkapi dengan pesan singkat yang bunyinya kira-kira begini. " Mas coba diisi formulir ini, kali aja rezeki bisa lolos untuk ikut dalam event ini, saya sudah merekomendasikan Kedai Madu Sulawesi namun kami tidak bisa menggaransi lolos atau tidak, tapi tidak apa-apa di coba aja. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi kontak yang tertera".

Awalnya kami ragu untuk mengisi karena ada beberapa poin yang kami tak tau harus bagaimana untuk mengisinya karena kami sebagai pemain baru di dunia usaha masih bingung dengan istilah-istilah yang terbilang baru bagi kami. Kami pun mengisi seadanya dan kemudian mengirim sesuai dengan petunjuk yang ada.

Singkat cerita, setelah dikirim kami menunggu informasi namun tak kunjung datang sehingga sudah dipastikan Kedai Madu Sulawesi tak lolos seleksi. Tiga bulan telah berlalu, kami pun tak berharap lagi. Pas disaat kami berada di kampung, sebuah nomor baru masuk dan itu dipastikan nomor kantor karena hanya terdiri dari beberapa digit number.

Tadinya sempat berpikir jika itu nomor penipu yang memang sering masuk dan menawarkan sebuah hadiah atau asuransi. Setelah beberapa kali panggilan, akhirnya kami pun mengangkat dan bertanya langsung tentang nama sekaligus menjelaskan kalau ini dari kantor Bank Indonesia yang kemudian disambungkan ke Pak Asfa. Pak Asfa merupakan Konsultan UMKM BI Sul-Sel. Pak Asfa pun menyampaikan jika Kedai Madu Sulawesi bisa ikut dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta sekaligus meminta untuk melengkapi beberapa syarat dan dokumen yang dibutuhkan.

Singkat cerita, kami pun intens berkomunikasi dengan perwakilan dari BI dan kami pun selalu berusaha untuk menyiapkan apapun yang diminta oleh pihak BI sebagai kelengkapan berkas yang dibutuhkan. Akhirnya, kami pun ikut dan minus beberapa hari pameran KKI diselenggarakan kami pun dapat kabar jika lolos untuk ikut Business matching sebagai rangkaian dari penyelenggaraan KKI 2019.

Berawal dari sinilah akhirnya setelah event ini kami sering diberi kesempatan untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh BI. Inilah sekelumit cerita pertemuan kami dengan BI dan kami bersyukur dan berterima kasih berkat pertemuan ini kami bisa memiliki motivasi dan semangat yang lebih dari sebelumnya untuk mengembangkan usaha.

Terima kasih BI dan terkhusus buat Pak Asfa yang senantiasa memberi petunjuk dan semangat untuk menjalankan usaha ini.

Termuat di Media : Tribun Timur
Termuat di media cetak Tribun Timur Edisi 20 Agustus 2019

Berkunjung Ke Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sul-Sel

Kunjungan Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sul-Sel
Hari ini kami berkunjung ke Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sul-Sel. Agenda pagi ini hanya sekedar bertemu dan berkonsultasi tentang prosedur pengurusan ijin usaha dan merek. Setelah kami sampai, ternyata lagi ada pertemuan sehingga kami harus menunggu beberapa menit untuk bisa bertemu dengan ibu yang dimaksud.

Tak berselang begitu lama kami pun dipersilahkan untuk masuk dan berdiskusi secara langsung tentang cara mengurus ijin dan merek. Karena pagi ini masih banyak persayaratan yang belum kami lengkapi, akhirnya kami harus kembali dan melengkapi beberapa dokumen yang dimaksud untuk mendaftarkan merek kami. Akan tetapi dari segi pengurusan PIRT, dokumen kami sudah memenuhi syarat tinggal mengkonfirmasi kepada pihak terkait untuk dilakukan survei secara langsung ke toko.

Alhamdulilah ada banyak informasi yang kami dapatkan hari ini dari Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sul-Sel. Bukan hanya soal prosedur pengurusan namun ternyata kami juga tau jika saat ini lagi ada program Dinas yang akan membantu para UMKM yang akan difasilitasi langsung oleh Dinas Koperasi dan UMKM untuk mengurus ijin usaha.

Terima kasih banyak Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sul-Sel. Sukses selalu

Sunday, August 18, 2019

Kedai Madu Sulawesi Capai Target Penjualan Di Pekan Ekonomi Syariah 2019



Foto bersama Perwakilan BI & UMKM Binaan BI
Hari ini masuk hari ketiga Pekan Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Meskipun suasana tak seramai hari sebelumnya namun kami selaku UMKM Binaan BI yang diikutsertakan dalam pameran selalu optimis dapat mencapai target penjualan hari ini. Hingga menjelang siang pengunjung semakin ramai karena hari ini memang agenda lombanya lebih cenderung ke karya seni yakni lomba melukis bagi kalangan remaja dan mewarnai gambar bagi anak-anak namun tetap dalam konteks yang syariah.

Alhamdulilah hingga acara berakhir, penjualan kami mencapai target dan jika di total dari hari pertama hingga hari ketiga, penjualan kami mencapai kurang lebih 50 botol. Sebuah angka yang sangat luarbiasa dan diluar ekspektasi kami sebelum mengikuti event ini.

Event ini pun ditutup dengan kunjungan dari petinggi-petinggi BI ke tenan-tenan sekaligus memberikan support dan motivasi untuk terus menumbuhkembangkan usaha agar bisa menjadi penggerak ekonomi di Sulawesi Selatan.

Terima kasih buat Bank Indonesia yang sudah memberikan kesempatan untuk yang kesekian kalinya ikut serta dalam event yang diselenggarakan. Terkhusus buat Mbak Arum, Ibu Dian T, Mbak Zasya, Pak Ryan, Pak Johnson Pasaribu,serta rekan-rekan lainnya. SUkseski' selalu.

Saturday, August 17, 2019

Kedai Madu Sulawesi Ikut Pekan Ekonomi Syariah 2019

Kunjungan & Transaksi Bapak Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sul-Sel
Kedai Madu Sulawesi kembali dilibatkan dalam event Pekan Ekonomi Syariah (PESYAR) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) di Atrium Trans Square Trans Studio Mall, Jum'at-Ahad (16-18 Agustus 2019).

PESYAR merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh BI sebagai wujud komitmen BI dalam memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sul-Sel. Dalam Event ini ada 14 UMKM Binaan BI yang dilibatkan untuk mengisi stand pameran, salah satu diantaranya yakni Kedai Madu Sulawesi.

Sebuah kebanggaan bisa kembali dilibatkan, hal ini akan membuat kami semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha karena perhatian dari BI sangatlah besar, berharap kedepan agar lebih banyak lagi UMKM yang dilibatkan.

Kunjungan & Transaksi Bapak Kepala Devisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI
Alhamdulilah banyak hal yang bisa kami dapatkan dalam event ini, selain memasarkan produk kami juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang strategi pengembangan usaha.

Dalam event ini, produk kami cukup diminati oleh pengunjung meskipun masih di dominasi oleh kalangan dewasa namun kami berharap agar kedepan anak muda khususnya kaum millenial pun sudah harus mulai mengkomsumsi madu, untuk sekedar mengupayakan agar kesehatan tetap terjaga. Karena lebih baik mencegah sejak dini dibanding harus menghabiskan waktu untuk mengobati di masa depan.

Kunjungan Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sul-Sel
Untuk hari pertama alhamdulilah kami bisa menjual produk sebanyak 6 produk dan hari kedua penjualan meningkat menjadi 20 botol. Jumlah yang sudah diluar ekspektasi kami. Semoga di hari ketiga pun sama atau berharapnya penjualan bisa kembali meningkat.

Termuat di Media : Tribun Timur
Termuat di media cetak Tribun Timur edisi 17 Agustus 2019


Monday, July 22, 2019

Berburu Madu Hutan Asli Di Kampung Rumbia

Kampung Rumbia Desa Terasa Kec. Sinjai Barat

Pagi ini berkunjung ke Sinjai tepatnya di kampung Rumbia desa Terasa Kec. Sinjai Barat. Sebuah daerah yang memiliki potensi madu yang sangat besar. Daerah ini masih terbilang pelosok dengan kondisi alam yang sebagian besar masih terlemuti oleh hutan belantara. Untuk sampai ke kampung ini tak cukup hanya dengan mengandalkan keinginan namun lebih dari itu wajib mempersiapkan fisik yang memadai. Kondisi jalan berbatu, menanjak dan berliku membuat kendaraan tak semuanya bisa menjangkau. Kampung ini ada baiknya dijangkau dengan menggunakan motor Trail.

Tujuan kami berkunjung ke kampung ini karena ingin bertemu dengan salah seorang petani madu yang beberapa hari lalu sempat menghubungi kami lewat sosial media dengan menawarkan stok madu yang dimilikinya. Stok madu yang dimiliki merupakan hasil buruan mereka beberapa bulan lalu yang belum terjual karena terkendala pemasaran. Akhirnya kami merespon dan hari ini kami mencoba untuk mengunjungi sekaligus ingin mengetes kualitas madu yang dimiliki.Stok madu yang mereka miliki sebanyak 30 jargen yang saat ini belum terjual dan sudah tersimpan selama 3 bulan lamamnya.

Jika ini dibiarkan maka begitu banyak kerugian yang harus diderita oleh mereka, karena sudah bersusahpayah berburu madu menembus hutan belantara hingga berhari-hari, mengadu nasib diatas ranting pohon yang menjulang ke langit, membawa hasil buruan kembali ke rumah namun sesampai di dirumah harus disimpan berbulan-bulan karena tidak tau harus dipasarkan kemana. Inilah salah satu kewajiban dari Kedai Madu Sulawesi untuk mencover para petani madu yang kewalahan untuk memasarkan hasil buruannya.

Tepat pukul 10.00 pagi kami mulai melewati jalan berbatu dan kondisi ini jauh dari espektasi kami sebelumnya hingga tak menyiapkan apa-apa. Kami tak memiliki persiapan apa-apa, kali ini kami hanya memiliki modal nekad untuk sampai ke tempat tujuan. Kami mencoba menelusuri jalan menanjak berbatu dan berkelok namun hingga siang kami tak kunjung sampai ke rumah yang dimaksud. Yah, kira-kira sudah melewati jalan sekitar 7-10 kilometer.

Akhirnya kami beristirahat sejenak, dan kembali berdiskusi untuk melanjutkan perjalanan atau pulang. Karena kondisi kami memang tidak memungkinkan saat ini. kami tak ada persiapan sama sekali kecuali jas hujan. Setelah berdiskusi dengan beberapa pertimbangan akhirnya kami sepakat untuk balik dan mengurunkan niat untuk melanjutkan perjalanan. Bukan hanya karena kondisi kami yang tidak memungkinkan namun kendaraan yang kami pakai pun sudah tidak sanggup. Jika dipaksa maka kemungkinan akan bermasalah ditengah jalan dan menyulitkan kami untuk kembali dengan kondisi yang rusak.


Kampung Rumbia Desa Terasa Kec. Sinjai Barat
Kami mencoba menghubungi sang pemilik dan menjelaskan kondisi kami. Mereka pun mengerti dan kami sepakat untuk menunggu salah seorang yang diutus oleh mereka untuk membawa beberapa ml sampel madu yang dimilikinya. Kami menunggu sekitar kurang lebih 1 jam hingga mereka datang membawa 3 jenis sampel madu menggunakan motor ojek yang sudah dimodifikasi layaknya trail.

Setelah itu, kami pamit dan kembali ke kota Makassar untuk mengetes sampel madu yang diberikan. Ternyata setelah sampai di toko, yang pertama kali kami tes yakni kadar air dan ternyata hasilnya tidak memuaskan karena dari ketiga sampel yang diberikan semuanya tidak masuk dalam standar SNI madu dimana kadar air yang terkandung dalam madu maksimal 23%. Namun dari 3 sample yang kami ujicoba ternyata ada yang memiliki 26%, 27%, dan 29%. Sangat tinggi dan tidak masuk dalam standar yang ditetapkan.Kami tidak lagi mengetes keasliannya karena dari kadar airnya pun sudah tidak masuk.

Setelah itu, kami menghubungi mereka dan menjelaskan kualitas madu yang dimiliki serta memberikan pengertian jika kami akan berusaha membantu mereka memasarkan secara personal namun tidak bisa kami terima di Kedai Madu Sulawesi karena tidak memenuhi standar. Insya Allah dalam waktu dekat kami sangat berharap bisa mengunjungi mereka sekaligus melakukan pembinaan dan memberikan pengertian terkait kualitas madu yang masuk dalam Standar yang sudah di tetapkan dan bisa menjadi pemasok kami.





Tuesday, July 16, 2019

Yuk Belanja Non-Tunai Menggunakan QR Code di Kedai Madu Sulawesi



QR Code Standar Pembayaran Nasional
Kini berbelanja di Kedai Madu Sulawesi tak lagi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan uang tunai. Namun untuk memanjakan pelanggan Kedai Madu Sulawesi sudah menggunakan QRIS atau sering di istilahkan QR Code yang bisa untuk pembayaran Non-Tunai. Dengan adanya fasilitas seperti ini diharapkan mampu memberikan kenyaman yang lebih bagi pelanggan untuk bertransaksi di tempat kami.

Diberikan oleh pihak Ovo
Kedai Madu Sulawesi mendapatkan QR Code ini disaat mengikuti event Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 dipanggung utama Jakarta Convention Center (JCC) yang diserahkan langsung oleh pihak Ovo dan pastinya semua ini berkat dari support Bank Indonesia yang memfasilitasi Kedai Madu Sulawesi untuk mendapatkan QR Code ini.

Terima kasih Ovo dan BI

Persediaan

97 Botol
Stok Madu Hitam
Lihat Harga
163 Botol
Stok Madu Coklat
Lihat Harga
29 Botol
Stok Madu Putih
Lihat Harga

Owner

AKBAR ALIMUDDIN
OWNER
HERI ALFIAN
OWNER

Contact

Kedai Madu Sulawesi

Anda dapat mengunjungi Kedai Madu Sulawesi atau menghubungi kami untuk memastikan stock yang ada.

Alamat:

BTN TABARIA BLOK C 5 No. 9

Jam Kerja:

Senin - Sabtu dari 14:00 - 21:00 WITA

Telp:

+6282190089911/+6285343626432 (WA)